www.sasmedica.com - medical equipment online store-


Products
ALAT ELECTROLYTE ANALYZER
AUTOCLAVE
BIDAN KIT
ELISA READER DAN WASHER
ESR METER
I-CHROMA READER
LARUTAN SASMEDICA
MICROPIPETTE
NEBULIZER
ROLLER MIXER
SALMONELA TES
TENSIMETER
VACUTAINER

Customer Service

SMS / Hotline
081234564349
081331316790
085812314939
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.

Rekening Pembayaran
Testimonial

Adi
Terimakasih Barang Sudah Saya Terima,



By fitri  Article Published 25 January 2013
 
8 Penyakit Yang Sering Menyerang di Musim Hujan
Purnama Aidil
20.55
Area Unik
Musim hujan tiba maka beberapa penyakit pun akan tiba juga bila lingkungan tidak terjaga dengan baik dan kotor maka di musim hujan pun pastinya akan menimbulkan beberapa penyakit apa lagi jika musim hujan tiba disertai dengan banjir maka aneka penyait pun siap menyerang masyarakat nah berikut ini ada beberapa penyakit yang sering menyerang ketika musim hujan dan banjir tiba.



Mau tahu penyakit apa aja itu simak 8 Penyakit Yang Sering Menyerang di Musim Hujan berikut.

1. Asma
Awal-awal musim hujan merupakan masa paling rentan terhadap serangan asma mengingat suhunya tidak menentu dan cenderung sangat dingin. Di beberapa rumah sakit seperti RS Paru Persahabatan, angka kekambuhan asma terbukti mengalami peningkatan pada musim-musim dengan curah hujan tinggi.

2. Depresi
Tidak berlebihan jika seseorang mendadak sedih ketika turun hujan, sebab cuaca dingin bisa memicu seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan mood musiman. Selain memicu depresi kalau tidak tertangani, SAD juga membawa risiko lain berupa peningkatan berat badan karena nafsu makan cenderung meningkat saat bad mood.

3. Flu dan pilek
Sama halnya dengan cuaca terik, cuaca dingin juga bisa membuat daya tahan tubuh melemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi kuman. Karenanya, virus flu maupun kuman lainnya mudah sekali menyerang saluran napas pada musim-musim hujan ketika temperatur udara cenderung dingin.

4. Leptospirosis
Dikenal juga dengan penyakit kencing tikus, penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. yang ditularkan dari hewan ke manusia, dan sebaliknya. Bakteri ini dengan mudah berkembang biak pada lingkungan yang becek, berlumpur, dan kotor.

Urine (air kencing) dari individu yang terkena penyakit ini merupakan sumber utama penularan. Saat banjir, air kencing tikus terbawa melalui banjir dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lendir mata, dan hidung.

5. Chikunguya
Penyakit ini sudah ada sejak dulu, namun kini marak lagi setiap musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh virus chikunguya, juga ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Gejalanya demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang, serta ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.

Gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kemerahan pada selaput mata, pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher, mual, muntah, dan kadang-kadang disertai gatal pada ruam. Demamnya sering rancu dengan penyakit demam dengue, demam berdarah dengue, dan campak. Tetapi, nyeri sendi merupakan gejala yang menonjol.

6. Demam Berdarah Dangue
Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat indukan nyamuk aedes aegypti, yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan, banyak sampah seperti kaleng bekas, ban bekas, dan tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan selama beberapa waktu.

Genangan air itulah yang akhirnya menjadi tempat berkembang biak nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

7. Diare
Diare sangat erat kaitannya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal, akan ikut tercemar.

Di samping itu, pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dengan fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

8. ISPA
Penyebab ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam. Jika berat, dapat atau mungkin disertai sesak napas, nyeri dada, dan lain-lain.

Penanganannya: Istirahat; pengobatan simtomatis sesuai gejala, dan mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab; meningkatkan daya tahan tubuh; dan mencegah penularan terhadap orang sekitar (misalnya dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan). Faktor berkumpulnya banyak orang misalnya di tempat pengungsian korban banjir juga berperan dalam penularan ISPA. 


Related Article